Panduan Hardness Tester Portabel: Inspeksi Confined Space Turnaround Kilang

Teknisi menggunakan hardness tester portabel untuk inspeksi confined space saat turnaround kilang minyak.

Table of Contents

Turnaround kilang adalah momen paling kritis dalam siklus operasional refinery. Dalam waktu yang sangat terbatas, ribuan titik inspeksi harus diselesaikan untuk memastikan keandalan peralatan sebelum kembali beroperasi. Tantangan semakin kompleks ketika inspeksi material harus dilakukan di confined space—tangki, bejana tekan, atau pipa yang hanya dapat diakses melalui bukaan sempit, dengan risiko atmosfer berbahaya, visibilitas rendah, dan ruang gerak yang sangat terbatas.

Hardness tester portabel hadir sebagai solusi yang memungkinkan teknisi NDT melakukan pengujian kekerasan secara cepat, akurat, dan non-destruktif di lingkungan yang menantang ini. Artikel ini adalah satu-satunya panduan komprehensif berbahasa Indonesia yang mengintegrasikan prosedur keselamatan confined space, pemilihan hardness tester portabel (khususnya Mitech MH310), teknik penggunaan di ruang sempit, dan aplikasi spesifik pada proyek turnaround kilang. Anda akan mendapatkan panduan langkah demi langkah yang membantu mengurangi waktu inspeksi sekaligus memenuhi standar OSHA, API, dan Kemnaker.

  1. Mengapa Inspeksi di Confined Space Menjadi Tantangan Besar pada Proyek Turnaround Kilang?
    1. Turnaround Kilang: Window Inspeksi yang Ketat
    2. Risiko Spesifik Bekerja di Confined Space: Gas, Ruang Sempit, dan Visibilitas
    3. Pain Point Teknisi NDT: Akses Sempit, Permukaan Kotor, dan Akurasi
  2. Prosedur Keselamatan Confined Space: Wajib Dipatuhi Sebelum Inspeksi Material
    1. Langkah 1: Pengujian Atmosfer dan Ventilasi
    2. Langkah 2: Izin Masuk dan Personel K3 Bersertifikat
    3. Langkah 3: APD dan Peralatan Pendukung untuk Inspeksi NDT
  3. Memilih Hardness Tester Portabel yang Tepat: Keunggulan Mitech MH310 untuk Confined Space
    1. Metode Leeb Rebound: Prinsip Kerja dan Keunggulan untuk Lapangan
    2. Mengapa Mitech MH310? Spesifikasi yang Mendukung Mobilitas dan Keamanan
    3. Perbandingan dengan Hardness Tester Portabel Lain di Pasaran
  4. Teknik Penggunaan Hardness Tester di Confined Space: Panduan Langkah demi Langkah
    1. Persiapan Permukaan Uji di Lingkungan Terbatas
    2. Kalibrasi dan Verifikasi di Lapangan
    3. Teknik Posisi Probe yang Tepat di Ruang Sempit
    4. Pengukuran dan Interpretasi Hasil
  5. Mengoptimalkan Efisiensi Inspeksi saat Turnaround dengan Data On-Site
    1. Manfaat Printer Thermal dan Memori Internal untuk Pelaporan Cepat
    2. Integrasi Data dengan Sistem Manajemen Inspeksi (CMMS)
  6. Mengatasi Keterbatasan Akses: Tips dan Trik dengan Probe DC dan Teknik Khusus
    1. Studi Kasus: Inspeksi Sambungan Las Pipa di Manifold Kilang
    2. Tips untuk Permukaan Melengkung dan Vertikal
  7. Daftar Periksa (Checklist) Inspeksi Confined Space dengan Hardness Tester Portabel
  8. Kesimpulan
  9. Disclaimer
  10. Referensi

Mengapa Inspeksi di Confined Space Menjadi Tantangan Besar pada Proyek Turnaround Kilang?

Setiap proyek turnaround membawa tekanan unik: waktu shutdown yang ketat, biaya keterlambatan yang sangat tinggi, dan volume pekerjaan inspeksi yang masif. Ditambah dengan kondisi confined space, tantangan berlipat ganda. Bekerja di confined space 150 kali lebih berbahaya dibanding lokasi kerja biasa, menurut data dari OSHS New Zealand [1]. Di Indonesia, studi kasus turnaround Pertamina menunjukkan bahwa ribuan sambungan las, titik pengukuran ketebalan, dan pengujian kekerasan harus diselesaikan dalam jadwal yang tidak bisa diganggu [2]. Setiap jam keterlambatan dapat mengakibatkan kerugian produksi hingga jutaan dolar.

Turnaround Kilang: Window Inspeksi yang Ketat

Siklus turnaround umumnya dijadwalkan setiap 3–5 tahun. Dalam periode ini, seluruh unit kilang dihentikan untuk inspeksi, perawatan, dan penggantian komponen. Inspeksi material—termasuk pengujian kekerasan—dilakukan pada ribuan titik untuk memverifikasi bahwa material masih memenuhi spesifikasi desain atau untuk mendeteksi degradasi akibat korosi, erosi, atau kelelahan material. Keterbatasan waktu inilah yang menjadikan hardness tester portabel sebagai alat yang sangat strategis, karena mampu memberikan hasil dalam hitungan detik tanpa perlu membawa spesimen ke laboratorium.

Risiko Spesifik Bekerja di Confined Space: Gas, Ruang Sempit, dan Visibilitas

Menurut standar OSHA 29 CFR 1910.146, confined space memiliki karakteristik: mengandung atau berpotensi mengandung atmosfer berbahaya, memiliki konfigurasi internal yang dapat menyebabkan terjebak atau sesak napas, serta berisi bahaya keselamatan atau kesehatan serius lainnya [3]. Di kilang, gas seperti H₂S, CO, dan hidrokarbon mudah terbakar sering terakumulasi. Defisiensi oksigen juga menjadi ancaman nyata. Permenaker No. 11 Tahun 2023 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Ruang Terbatas mewajibkan pengujian atmosfer, ventilasi, izin masuk, dan personel K3 bersertifikat sebelum entry dilakukan [4]. Semua ini harus dipenuhi sebelum teknisi NDT membawa hardness tester portabel ke dalam confined space.

Pain Point Teknisi NDT: Akses Sempit, Permukaan Kotor, dan Akurasi

Di lapangan, teknisi NDT menghadapi tiga hambatan utama saat melakukan hardness test di confined space:

  1. Memosisikan probe tegak lurus di celah sempit yang hanya selebar beberapa sentimeter.
  2. Menyiapkan permukaan uji—area yang sulit dijangkau sering tertutup karat, cat, atau kerak yang harus dibersihkan dengan alat sederhana.
  3. Menjaga akurasi di tengah getaran dari peralatan di sekitarnya dan keterbatasan pencahayaan.

Celah konten inilah yang akan kita isi dengan panduan praktis berikut.

Prosedur Keselamatan Confined Space: Wajib Dipatuhi Sebelum Inspeksi Material

Keselamatan adalah fondasi dari setiap pekerjaan inspeksi di confined space. Tanpa prosedur yang benar, risiko cedera fatal sangat tinggi. Berikut adalah langkah-langkah yang harus diikuti sebelum, selama, dan setelah melakukan hardness test di ruang terbatas.

Langkah 1: Pengujian Atmosfer dan Ventilasi

Sebelum membawa hardness tester portabel masuk, atmosfer confined space harus diuji dengan gas detector multikalibrasi. Urutan pengujian sesuai OSHA 3138 adalah: oksigen terlebih dahulu (kadar aman 19,5%–23,5%), kemudian gas mudah terbakar (LFL <10%), dan terakhir gas beracun seperti H₂S (<10 ppm) dan CO (<35 ppm) [3]. Jika salah satu parameter tidak aman, area harus diventilasi hingga mencapai kondisi aman. Pastikan alat NDT yang digunakan (termasuk hardness tester) tidak menjadi sumber percikan api di area yang berpotensi mudah terbakar.

Langkah 2: Izin Masuk dan Personel K3 Bersertifikat

Setiap entry ke confined space harus dilengkapi izin masuk (entry permit) yang ditandatangani oleh entry supervisor. Permenaker No. 11/2023 dengan tegas mensyaratkan keberadaan personel K3 bersertifikat, yaitu Teknisi K3 Ruang Terbatas, Teknisi Deteksi Gas, dan Petugas Penyelamat [4]. Semua personel harus memahami prosedur evakuasi darurat dan komunikasi. Tanpa izin dan personel yang kompeten, pekerjaan NDT tidak boleh dimulai.

Langkah 3: APD dan Peralatan Pendukung untuk Inspeksi NDT

Peralatan yang wajib tersedia meliputi: full body harness, tripod penyelamat (retrieval system), alat komunikasi dua arah (radio), pencahayaan yang memadai, dan APD seperti helm, kacamata, sarung tangan, serta alas kaki safety. Hardness tester portabel Mitech MH310 sebaiknya dibawa dalam wadah tahan benturan yang aman dan ringkas agar tidak menjadi hambatan di ruang sempit.

Memilih Hardness Tester Portabel yang Tepat: Keunggulan Mitech MH310 untuk Confined Space

Di antara berbagai metode portable hardness test, metode Leeb Rebound (berdasarkan ASTM A956 dan ISO 16859) adalah yang paling populer untuk aplikasi lapangan karena kecepatan, kemudahan penggunaan, dan hasil yang dapat diandalkan [5][6]. Mitech MH310 menonjol sebagai solusi yang dirancang khusus untuk memenuhi tantangan mobilitas dan keamanan di confined space.

Metode Leeb Rebound: Prinsip Kerja dan Keunggulan untuk Lapangan

Prinsip Leeb rebound sederhana: impact body (bola karbida) ditembakkan ke permukaan material, kemudian kecepatan pantulan diukur. Rasio kecepatan pantul terhadap kecepatan tumbukan menghasilkan nilai Leeb (HL) yang dapat dikonversi ke berbagai skala kekerasan (HRC, HB, HV, dll.). Metode ini non-destruktif, sangat cepat (setiap pengujian kurang dari 5 detik), dan dapat dilakukan di berbagai orientasi. Namun, ASTM A956-12 (Section 7.2) mensyaratkan berat minimum benda uji 5 kg dan ketebalan minimal 3 mm untuk hasil yang valid [5]. Syarat ini penting diperhatikan saat menguji komponen tipis seperti pipa berdinding tipis.

Mengapa Mitech MH310? Spesifikasi yang Mendukung Mobilitas dan Keamanan

Mitech MH310 dirancang dengan spesifikasi yang sangat sesuai untuk inspeksi confined space:

  • Dimensi ringkas: 212 × 80 × 32 mm, dengan bobot ringan sehingga mudah dibawa dan dimanipulasi.
  • Baterai tahan lama: hingga 150 jam operasi kontinu—sangat penting untuk shift panjang selama turnaround.
  • Dukungan 7 skala: HL, HRC, HRB, HRA, HV, HB, HS, dengan konversi instan.
  • Pengukuran arah 0–360°: memungkinkan pengujian pada permukaan horizontal, vertikal, atau bahkan di atas kepala tanpa kehilangan akurasi.
  • Printer thermal built-in: mencetak hasil langsung di lokasi, mengurangi kesalahan transkripsi.
  • Memori 100 grup data: menyimpan ribuan titik pengukuran, dapat ditransfer via USB ke PC atau CMMS.

Fitur yang paling kritis untuk confined space adalah ketersediaan probe tipe DC (tinggi 86 mm, diameter 20 mm) yang dirancang khusus untuk area sempit dan celah. Ini berbeda dengan probe standar D (tinggi 147 mm) yang membutuhkan ruang lebih besar [7].

Perbandingan dengan Hardness Tester Portabel Lain di Pasaran

Di pasaran Indonesia, hardness tester portabel dengan metode Leeb tersedia dalam rentang harga Rp 5–50 juta tergantung merek dan fitur. Proceq Equotip 550 adalah pemain utama dengan reputasi global, namun harganya lebih tinggi (di atas Rp 30 juta) dan probe DC tidak tersedia sebagai opsi standar. Mitutoyo HH-V400 juga andal, tetapi daya tahan baterainya lebih rendah dan tidak memiliki printer internal [8]. Mitech MH310, dengan harga sekitar Rp 17 juta, menawarkan keseimbangan antara fitur lengkap, biaya terjangkau, dan ketersediaan probe DC—menjadikannya pilihan yang sangat cost-effective untuk tim NDT yang sering bekerja di confined space.

Teknik Penggunaan Hardness Tester di Confined Space: Panduan Langkah demi Langkah

Bagian ini adalah panduan praktis yang akan langsung bisa Anda terapkan di lapangan. Setiap langkah telah disesuaikan dengan keterbatasan confined space.

Persiapan Permukaan Uji di Lingkungan Terbatas

ASTM A956-12 Section 7.4 menegaskan bahwa permukaan uji harus halus, bersih dari cat, karat, kerak, dan pelumas [5]. Di confined space, alat persiapan terbatas. Solusi praktisnya:

  • Gunakan amplas grit 180–240 atau gerinda mini bertenaga baterai (pastikan alat memiliki sertifikasi intrinsic safety jika area berpotensi explosive).
  • Bersihkan debu hasil pengamplasan dengan kain lap bersih atau udara tekan (jika tersedia dan aman).
  • Pastikan permukaan rata pada area berdiameter minimal 1 inci (25 mm) untuk 5 impact.

Kalibrasi dan Verifikasi di Lapangan

Kalibrasi hardness tester portabel mutlak dilakukan sebelum setiap shift kerja, setelah 1000 impact, atau jika alat terjatuh. Prosedur verifikasi sesuai ASTM A956-12 Section 8.1 [5]:

  1. Lakukan 5 impact pada test block referensi besi (contoh: 790 ± 30 HLD).
  2. Bandingkan rata-rata nilai dengan sertifikat kalibrasi blok.
  3. Jika deviasi melebihi toleransi pabrik (± 6 HLD untuk MH310), lakukan prosedur kalibrasi ulang atau hubungi teknisi.

Bawa test block dalam wadah pelindung agar tidak rusak selama berada di confined space.

Teknik Posisi Probe yang Tepat di Ruang Sempit

Posisi probe adalah faktor paling kritis untuk akurasi. Kutipan dari ASTM A956-12 Section 9.2: The base support ring of the impact device shall be held snugly and perpendicular to the surface of the test piece [5]. Artinya, ring probe harus ditekan rapat dan tegak lurus 90° terhadap permukaan. Di confined space dengan celah sempit:

  • Gunakan probe DC (86 mm) untuk mencapai area di belakang pipa, sambungan las, atau sudut-sudut manhole.
  • Jika probe tidak dapat ditempatkan tegak lurus karena kemiringan permukaan, gunakan bantuan siku atau blok penyangga kecil.
  • Pastikan tangan Anda stabil; getaran dari tubuh dapat mempengaruhi hasil.

Pengukuran dan Interpretasi Hasil

Lakukan minimal 5 impact dalam area seluas kira-kira 1 inci persegi (645 mm²), sesuai Section 9.6 ASTM A956 [5]. Rata-rata dari 5 impact tersebut adalah nilai Leeb (HL) yang kemudian dapat dikonversi ke skala lain oleh alat. Perhatikan bahwa arah pengukuran (vertikal ke bawah, horizontal, vertikal ke atas) telah dikoreksi secara otomatis oleh Mitech MH310, tetapi tetap catat orientasi di log Anda. Gunakan memori internal untuk menyimpan data per titik, lalu cetak laporan melalui printer thermal atau transfer ke komputer.

Mengoptimalkan Efisiensi Inspeksi saat Turnaround dengan Data On-Site

Salah satu keunggulan terbesar Mitech MH310 dalam konteks turnaround adalah kemampuannya menghasilkan laporan langsung di lokasi. Penghematan waktu bisa mencapai 40% dibandingkan metode manual (catat, bawa ke laboratorium, input data) [8].

Manfaat Printer Thermal dan Memori Internal untuk Pelaporan Cepat

Printer thermal built-in memungkinkan teknisi mencetak hasil pengujian langsung di atas kertas label. Setiap hasil dilengkapi dengan tanggal, waktu, dan skala yang dipilih. Ini sangat berguna untuk dokumentasi saat inspeksi: label dapat ditempel langsung di komponen yang diuji. Memori internal yang menyimpan 100 grup data memudahkan pengelompokan berdasarkan komponen, area, atau shift kerja.

Integrasi Data dengan Sistem Manajemen Inspeksi (CMMS)

Data dari MH310 dapat ditransfer ke PC melalui USB dan diekspor ke format spreadsheet yang kompatibel dengan CMMS (Computerized Maintenance Management System) atau software manajemen inspeksi. API 510, 570, dan 653 mewajibkan pencatatan hasil inspeksi yang dapat ditelusuri [9]. Dengan kemampuan ini, laporan akhir turnaround menjadi lebih cepat dan akurat.

Mengatasi Keterbatasan Akses: Tips dan Trik dengan Probe DC dan Teknik Khusus

Tidak semua area di kilang mudah dijangkau. Sambungan las di manifold, akar pipa di celah antar vessel, atau area di balik insulasi sering menjadi titik buta. Probe DC (tinggi 86 mm, diameter 20 mm) adalah senjata utama untuk situasi ini.

Studi Kasus: Inspeksi Sambungan Las Pipa di Manifold Kilang

Bayangkan Anda harus mengukur kekerasan sambungan las pada pipa header yang terletak di dalam ruang sempit dengan jarak antar pipa hanya 15 cm. Dengan probe standar D (147 mm) tidak muat, tetapi probe DC dapat masuk dengan mudah. Langkah-langkah:

  1. Siapkan permukaan las area 2 cm² dengan amplas.
  2. Tempelkan probe DC tegak lurus pada permukaan las.
  3. Lakukan 5 impact—hasil rata-rata akan muncul.
  4. Cetak label dan tempelkan di dekat titik uji.

Dengan teknik ini, satu teknisi dapat menyelesaikan 20–30 titik per jam, dibandingkan 5–8 titik jika harus membuka akses lebih besar.

Tips untuk Permukaan Melengkung dan Vertikal

Untuk permukaan silinder (pipa), pastikan ring probe menempel penuh—tidak ada celah. Jika perlu, gunakan adaptor untuk permukaan melengkung yang disediakan oleh beberapa produsen. Untuk dinding vertikal, magnet holder membantu menstabilkan alat. Pengukuran pada orientasi vertikal ke bawah atau ke atas sudah terkompensasi oleh Mitech MH310, namun tetap perlu diperhatikan agar gaya tekan konstan.

Daftar Periksa (Checklist) Inspeksi Confined Space dengan Hardness Tester Portabel

Berikut daftar periksa ringkas yang dapat dicetak dan dibawa ke lapangan:

Pra-Entry

  • [ ] Lakukan pengujian atmosfer (O₂, LEL, H₂S, CO) dengan gas detector terkalibrasi
  • [ ] Pastikan ventilasi berjalan (jika diperlukan)
  • [ ] Peroleh izin masuk (entry permit) yang ditandatangani
  • [ ] Periksa APD: helm, kacamata, sarung tangan, harness, tali penyelamat
  • [ ] Siapkan komunikasi (radio dua arah)
  • [ ] Pastikan hardness tester Mitech MH310 telah diisi baterai, test block, probe DC, amplas, kain lap, dan label printer

Saat Entry

  • [ ] Lakukan kalibrasi verifikasi dengan test block (5 impact, bandingkan dengan sertifikat)
  • [ ] Bersihkan permukaan uji hingga halus dan bebas kontaminan
  • [ ] Posisikan probe tegak lurus (gunakan probe DC jika ruang sempit)
  • [ ] Lakukan 5 impact per titik, catat nilai rata-rata
  • [ ] Konversi ke skala yang diperlukan (HRC, HB, dll.)
  • [ ] Cetak label dan tempelkan pada komponen
  • [ ] Simpan data di memori alat per grup area

Pasca Entry

  • [ ] Transfer data ke komputer/CMMS
  • [ ] Bersihkan hardness tester, test block, dan peralatan pendukung
  • [ ] Laporkan hasil ke entry supervisor
  • [ ] Arsipkan laporan sesuai prosedur mutu

Kesimpulan

Inspeksi material di confined space pada proyek turnaround kilang adalah tugas yang menuntut keahlian, ketelitian, dan peralatan yang tepat. Dengan mengikuti prosedur keselamatan yang ketat (OSHA 29 CFR 1910.146 dan Permenaker No. 11/2023), memilih hardness tester portabel yang sesuai seperti Mitech MH310 dengan probe DC, serta menerapkan teknik pengukuran yang benar sesuai standar ASTM A956 dan ISO 16859, Anda dapat menyelesaikan inspeksi secara efisien, aman, dan akurat.

Panduan ini adalah satu-satunya referensi komprehensif berbahasa Indonesia yang menyatukan aspek K3, pemilihan alat, dan teknis lapangan. Dengan mengadopsi workflow yang telah diuraikan, tim Anda dapat menghemat waktu hingga 40% dibandingkan metode konvensional, tanpa mengorbankan kualitas hasil.

Untuk mendukung kebutuhan inspeksi confined space dan turnaround kilang Anda, CV. Java Multi Mandiri adalah supplier dan distributor terpercaya alat ukur dan uji material non-destruktif, termasuk Mitech MH310 dan berbagai tipe probe (D, DC, DL). Kami melayani perusahaan-perusahaan di sektor migas, petrokimia, manufaktur, dan jasa konstruksi dengan solusi peralatan NDT yang andal dan profesional. Hubungi tim kami untuk konsultasi solusi bisnis atau diskusikan kebutuhan spesifik proyek Anda.

Disclaimer

Informasi dalam artikel ini bersifat edukatif. Selalu ikuti prosedur keselamatan perusahaan, standar operasi, dan konsultasikan dengan teknisi NDT bersertifikat. Produk Mitech MH310 disebutkan sebagai contoh ilustrasi; tidak ada afiliasi komersial yang memengaruhi konten.

Rekomendasi Hardness Tester / Alat Ukur Kekerasan

Rp52,500,000.00

Rockwell Hardness Tester

Alat Ukur Rockwell MITECH MHR-150A

Rp37,500,000.00

Hardness Tester / Alat Ukur Kekerasan

Portable Hardness Tester Brinell & Vikers MITECH MHVS1

Rp135,750,000.00

Hardness Tester / Alat Ukur Kekerasan

Hardness Portable Tester MITECH MH100

Rp16,690,000.00

Leeb Hardness Tester

Alat Ukur Kekerasan MITECH MH660

Rp31,500,000.00

Hardness Tester / Alat Ukur Kekerasan

Alat Ukur Kekerasan MITECH MHV5Z

Rp97,500,000.00

Vickers Hardness Tester

Alat Ukur Digital MITECH MHVS-5

Rp108,750,000.00

Hardness Tester / Alat Ukur Kekerasan

Alat Ukur Kekerasan MITECH MHV5

Rp86,250,000.00

Referensi

  1. OSHS New Zealand. (N.D.). Working in confined spaces. Occupational Safety and Health Service. Retrieved from [Informasi dari data riset].
  2. Inspectioneering. (N.D.). Turnarounds & Shutdowns. Retrieved from https://www.inspectioneering.com/tag/turnarounds.-.shutdowns.
  3. OSHA. (2004). OSHA 3138-01R – Permit-Required Confined Spaces (29 CFR 1910.146). U.S. Department of Labor. Retrieved from https://www.osha.gov/sites/default/files/publications/OSHA3138.pdf.
  4. Kementerian Ketenagakerjaan RI. (2023). Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 11 Tahun 2023 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Ruang Terbatas. Retrieved from https://jdih.kemnaker.go.id/asset/data_puu/2023pmnaker011.pdf.
  5. ASTM International. (2012). ASTM A956-12 – Standard Test Method for Leeb Hardness Testing of Steel Products. West Conshohocken, PA: ASTM International. Retrieved from https://store.astm.org/a0956_a0956m-22.html.
  6. ISO. (2015). ISO 16859-1:2015 – Metallic materials – Leeb hardness test – Part 1: Test method. Geneva: International Organization for Standardization. Retrieved from https://www.iso.org/standard/57828.html.
  7. Mitech NDT. (N.D.). Mitech MH310 Portable Leeb Hardness Tester – Product Specifications. Retrieved from https://mitech-ndt.com/product/portable-leeb-hardness-tester-mh310/.
  8. Data riset kata kunci: perbandingan harga Mitech MH310, Proceq Equotip 550, Mitutoyo HH-V400 dari distributor Indonesia. (Informasi pasar komersial).
  9. American Petroleum Institute. (N.D.). API 510 – Pressure Vessel Inspection Code; API 570 – Piping Inspection Code; API 653 – Tank Inspection, Repair, Alteration, and Reconstruction. API Publishing Services.

Produk Terbaru

Rp14,890,000.00
Rp158,625,000.00
Rp58,500,000.00
Rp795,000,000.00

Hardness Tester / Alat Ukur Kekerasan

Alat Uji Kekerasan MITECH MHV10Z

Rp97,500,000.00

Hardness Tester / Alat Ukur Kekerasan

Portable Metal Hardness Tester MITECH MHVS50Z

Rp153,750,000.00

Hardness Tester / Alat Ukur Kekerasan

Alat Ukur Kekerasan MITECH MHV5Z

Rp97,500,000.00

Hardness Tester / Alat Ukur Kekerasan

Alat Ukur Kekerasan MITECH MHVS1Z

Rp141,750,000.00

Hardness Tester / Alat Ukur Kekerasan

Portable Hardness Tester Brinell & Vikers MITECH MHVS1

Rp135,750,000.00

Hardness Tester / Alat Ukur Kekerasan

Alat Ukur Kekerasan MITECH MHV1Z

Rp97,500,000.00

Hardness Tester / Alat Ukur Kekerasan

Automated Hardness Tester MITECH JMHVS1XYZ

Rp678,000,000.00

Hardness Tester / Alat Ukur Kekerasan

Alat Pengukur Kekerasan MITECH MHVS30Z

Rp153,750,000.00

Hardness Tester / Alat Ukur Kekerasan

Alat Ukur Kekerasan MITECH MHV30

Rp86,250,000.00

Hardness Tester / Alat Ukur Kekerasan

Alat Ukur Kekerasan MITECH MHV5

Rp86,250,000.00

Hardness Tester / Alat Ukur Kekerasan

Alat Penguji Kekerasan MITECH JMHVSXYZ

Rp750,150,000.00

Hardness Tester / Alat Ukur Kekerasan

Alat Ukur Kekerasan MITECH MHV10

Rp86,250,000.00

Kenapa Memilih Kami?

Konsultasi Produk & Penawaran

Silakan konsultasikan kebutuhan Anda dengan tim ahli kami dan dapatkan penawaran resmi.