Teknik Analisis Getaran: Deteksi Dini Kerusakan Bearing di Industri Migas

Vibration analysis technician using a handheld analyzer to detect early bearing damage in an oil and gas facility.

Kerusakan bearing yang tidak terduga pada pompa, kompresor, atau turbin di fasilitas migas dapat menyebabkan downtime operasional dengan biaya yang sangat tinggi, mencapai puluhan hingga ratusan ribu dolar per jam akibat hilangnya produksi dan perbaikan darurat. Dalam lingkungan yang diatur ketat seperti industri minyak dan gas, pencegahan kegagalan bukan hanya masalah biaya, tetapi juga kewajiban keselamatan dan kepatuhan regulasi. Di sinilah analisis getaran muncul sebagai tulang punggung strategi predictive maintenance, memungkinkan tim teknik mendeteksi anomali pada komponen berputar sebelum terjadi kegagalan katastropik. Artikel ini menjadi panduan praktis langkah-demi-langkah bagi engineer, supervisor, dan teknisi di industri migas Indonesia. Kami tidak hanya membahas teknik penggunaan alat ukur getaran dan interpretasi data, tetapi juga membingkai seluruh proses dalam kerangka kepatuhan terhadap regulasi Kementerian ESDM dan standar internasional seperti API, memastikan program pemeliharaan Anda efektif, terdokumentasi, dan memenuhi semua persyaratan audit. Anda akan mempelajari cara memilih alat yang tepat, prosedur pengukuran yang akurat, diagnosis kerusakan bearing melalui spektrum FFT, serta membangun program predictive maintenance yang terstruktur dengan justifikasi ROI yang jelas.

  1. Memilih Alat Ukur Getaran yang Tepat untuk Lingkungan Migas
    1. Jenis Alat: Meter, Analyzer, Accelerometer, dan Fungsinya
    2. Portabel vs. Online: Analisis Biaya dan Kompleksitas untuk Aplikasi Migas
  2. Prosedur dan Teknik Pengukuran Getaran yang Akurat untuk Bearing
    1. Langkah-langkah Pengukuran: Dari Persiapan hingga Pengambilan Data
    2. Interpretasi Parameter Getaran: Velocity, Acceleration, dan Threshold ISO 10816
  3. Diagnosis Kerusakan Bearing Melalui Analisis Spektrum FFT
    1. Membaca Pola Spektrum: Unbalance, Misalignment, dan Kerusakan Bearing
    2. Database Frekuensi Karakteristik Bearing untuk Aplikasi Migas
  4. Membangun Program Predictive Maintenance yang Sesuai Regulasi ESDM
    1. Framework Implementasi: Dari Criticality Analysis hingga Integrasi CMMS
    2. Studi Kasus: Pencegahan Downtime pada Pompa Sentrifugal di Fasilitas Produksi
  5. Analisis ROI dan Justifikasi Investasi dalam Sistem Monitoring Getaran
  6. Kesimpulan
  7. Tentang Kami
  8. Referensi

Memilih Alat Ukur Getaran yang Tepat untuk Lingkungan Migas

Investasi dalam alat ukur getaran adalah fondasi dari program condition monitoring yang andal. Pilihan antara perangkat portabel, sistem online, atau kombinasi keduanya harus didasarkan pada analisis risiko peralatan, kondisi lingkungan operasi, dan tentu saja, kesesuaian dengan standar yang berlaku. Untuk aplikasi di industri migas, standar seperti API Standard 670 untuk Machinery Protection Systems menetapkan persyaratan minimum untuk sistem proteksi mesin, termasuk monitoring getaran radial dan aksial, posisi poros, kecepatan, dan suhu bantalan [1]. Secara paralel, regulator nasional, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, dalam Peraturan Menteri No. 32 Tahun 2021, mewajibkan kontraktor atau pemegang izin usaha untuk menjamin keselamatan instalasi dan peralatan dengan menerapkan standar dan kaidah keteknikan yang baik [2]. Ini menempatkan pemilihan alat yang memadai bukan hanya sebagai keputusan teknis, tetapi juga sebagai bentuk pemenuhan kewajiban hukum.

Jenis Alat: Meter, Analyzer, Accelerometer, dan Fungsinya

Memahami perbedaan mendasar antara jenis alat sangat penting untuk menghindari investasi yang salah kaprah.

  • Vibration Meter (Pengukur Getaran): Alat ini mengukur nilai keseluruhan (overall vibration) getaran, biasanya dalam parameter kecepatan (velocity – mm/s) atau percepatan (acceleration – m/s²). Fungsinya adalah untuk survei kondisi cepat dan penilaian tingkat keparahan berdasarkan standar seperti ISO 10816. Cocok untuk pemeriksaan rutin awal, tetapi kurang mampu untuk diagnosis akar penyebab.
  • Vibration Analyzer (Penganalisis Getaran): Ini adalah alat yang lebih canggih yang tidak hanya mengukur getaran keseluruhan tetapi juga mampu melakukan analisis frekuensi menggunakan Transformasi Fourier Cepat (Fast Fourier Transform atau FFT). Alat inilah yang diperlukan untuk mendeteksi dini kerusakan spesifik seperti kerusakan bearing, ketidakseimbangan (unbalance), atau kesalahan pemasangan (misalignment). Analizer portabel seperti SKF Microlog atau CSI 2130 adalah pilihan umum untuk program predictive maintenance berkala.
  • Accelerometer (Sensor Akselerometer): Ini adalah komponen sensor yang sebenarnya mengubah energi getaran mekanis menjadi sinyal listrik. Accelerometer dipasang secara permanen pada peralatan kritis dalam sistem monitoring online atau dihubungkan ke analyzer portabel melalui kabel. Pemilihan sensor yang tepat (misalnya, tipe ICP, sensitivitas) sangat penting untuk akurasi data.

Portabel vs. Online: Analisis Biaya dan Kompleksitas untuk Aplikasi Migas

Pilihan antara sistem portabel dan permanen (online) adalah pertimbangan strategis yang mempengaruhi biaya, cakupan, dan respons time.

  • Sistem Portabel: Ideal untuk pemantauan berkala (bulanan/trilulan) pada sejumlah besar peralatan dengan prioritas menengah. Kelebihannya adalah fleksibilitas tinggi dan investasi awal yang lebih rendah. Namun, sistem ini memberikan data snapshot (potret sesaat) dan berisiko melewatkan kegagalan yang berkembang cepat di antara interval pengukuran. Untuk lingkungan migas, alat portabel harus memiliki sertifikasi untuk area berbahaya (hazardous area certification) seperti ATEX atau IECEx.
  • Sistem Monitoring Online/Permanen: Diperlukan untuk peralatan yang sangat kritis (critical machinery) seperti turbin gas, kompresor reciprocating berkecepatan tinggi, atau pompa yang beroperasi di lokasi terpencil di rig. Sistem ini menyediakan data real-time, perlindungan terus-menerus, dan dapat diintegrasikan langsung dengan sistem kontrol (DCS/PLC) untuk trip otomatis jika melebihi ambang batas yang ditetapkan. Penyedia solusi seperti SPM Marine & Offshore menawarkan sistem khusus untuk rig yang tahan terhadap kondisi lingkungan laut yang keras. Kepatuhan dengan API Standard 670 untuk Machinery Protection Systems [1] seringkali menjadi keharusan untuk sistem online di aplikasi migas. Meskipun investasi awalnya signifikan, sistem online menghilangkan risiko human error dari pengukuran manual dan memberikan peringatan dini yang terus-menerus.

Prosedur dan Teknik Pengukuran Getaran yang Akurat untuk Bearing

Akurasi diagnosis sangat bergantung pada kualitas data yang dikumpulkan. Prosedur pengukuran yang tidak konsisten atau salah dapat menghasilkan pembacaan yang menyesatkan, menyebabkan kesalahan diagnosis atau kegagalan untuk mendeteksi masalah. Berikut adalah panduan prosedural untuk memastikan pengukuran getaran bearing yang andal, menggabungkan praktik terbaik dari manual produsen alat seperti SKF dan CSI.

Langkah-langkah Pengukuran: Dari Persiapan hingga Pengambilan Data

Sebuah pendekatan yang terstruktur sangat penting. Gunakan checklist berikut sebelum dan selama pengukuran:

  1. Identifikasi dan Persiapkan Titik Pengukuran: Tentukan titik pengukuran yang tepat pada bearing housing. Titik ini harus sama setiap kali (dokumentasikan dengan foto atau diagram). Bersihkan permukaan dari kotoran, cat, atau karat untuk memastikan kontak sensor yang baik.
  2. Konfirmasi Kondisi Operasi: Pastikan mesin beroperasi pada kondisi beban dan kecepatan normal (steady-state). Pengukuran pada kondisi start-up, shutdown, atau fluktuatif tidak valid untuk analisis tren.
  3. Pemasangan Sensor: Pasang sensor (accelerometer) dengan kuat. Untuk pengukuran portabel, gunakan probe magnetik, stud, atau adapter lain yang memastikan koneksi mekanis yang kokoh. Posisi sensor harus tegak lurus dengan permukaan.
  4. Pengambilan Data di Tiga Arah: Ambil pembacaan getaran pada tiga arah orthogonal untuk mendapatkan gambaran lengkap:
    • Radial Horizontal (sejajar dengan tanah, tegak lurus poros).
    • Radial Vertikal (tegak lurus dengan tanah, tegak lurus poros).
    • Aksial (sejajar dengan poros).

    Konsistensi arah pengukuran adalah kunci untuk analisis tren yang bermakna.

  5. Dokumentasi Lengkap: Catat semua metadata: nama peralatan, titik pengukuran, arah, kondisi operasi (beban, RPM, suhu), tanggal, dan nama teknisi. Data tanpa konteks akan kehilangan nilainya seiring waktu.

Interpretasi Parameter Getaran: Velocity, Acceleration, dan Threshold ISO 10816

Setelah data dikumpulkan, memahami parameter yang diukur adalah langkah selanjutnya.

  • Velocity (mm/s): Mengukur tingkat keparahan getaran secara keseluruhan dan paling baik digunakan untuk mendeteksi masalah mekanis seperti ketidakseimbangan, kesalahan pemasangan, atau kelonggaran mekanis pada rentang frekuensi menengah. Standar ISO 10816 menyediakan panduan ambang batas (threshold) berdasarkan kecepatan untuk mengevaluasi kondisi mesin secara umum. Tutorial Teknik Monitoring Getaran dan Standar ISO 10816 [3] membahas evaluasi ini, memberikan contoh nilai (misalnya, 0.28 – 2.8 mm/s untuk pompa sentrifugal tergantung pada daya dan dukungannya) yang mengklasifikasikan kondisi dari “Baik” hingga “Berbahaya”.
  • Acceleration (m/s²): Lebih sensitif terhadap impuls berfrekuensi tinggi. Inilah mengapa percepatan sangat berguna untuk mendeteksi dini kerusakan bearing dan gigi, di mana gelombang kejut kecil dihasilkan saat elemen rolling melewati cacat pada raceway. Penting untuk dicatat bahwa ambang batas keseluruhan dari ISO 10816, yang didasarkan pada velocity, seringkali tidak cukup sensitif untuk mendeteksi tahap awal degradasi bearing. Ini mengarah pada kebutuhan akan analisis spektrum frekuensi yang lebih mendalam.

Diagnosis Kerusakan Bearing Melalui Analisis Spektrum FFT

Inilah inti dari predictive maintenance berbasis getaran. Analisis Fast Fourier Transform (FFT) mengubah sinyal getaran kompleks dari domain waktu (amplitude vs. waktu) menjadi domain frekuensi (amplitude vs. frekuensi). Transformasi ini memungkinkan kita untuk mengidentifikasi frekuensi karakteristik spesifik yang dihasilkan oleh setiap komponen mesin yang berputar, termasuk frekuensi cacat bearing. Seperti yang dijelaskan dalam panduan teknis SKF, “Karena sifat dari frekuensi cacat bearing, mereka terjadi pada frekuensi yang jauh lebih tinggi dan amplitudo yang jauh lebih rendah dibandingkan frekuensi yang terkait dengan ketidakseimbangan dan kelonggaran. Bagan tingkat keparahan ISO tidak dikembangkan untuk membantu menetapkan parameter untuk mendeteksi degradasi bearing awal. Untuk masalah terkait bearing, penting untuk mengevaluasi spektrum FFT bearing dan frekuensi cacat terkaitnya” [4]. Dengan kata lain, mengandalkan nilai getaran keseluruhan saja dapat menyebabkan kegagalan yang terlewat.

Membaca Pola Spektrum: Unbalance, Misalignment, dan Kerusakan Bearing

Membedakan pola spektrum adalah keterampilan kunci. Berikut adalah panduan untuk mengidentifikasi beberapa masalah umum:

  • Unbalance (Ketidakseimbangan): Menyebabkan peningkatan amplitudo yang dominan pada 1x RPM (frekuensi putaran) di arah radial. Harmonik (2x, 3x RPM) biasanya kecil.
  • Misalignment (Kesalahan Pemasangan): Menunjukkan peningkatan amplitudo yang signifikan pada 1x dan 2x RPM, seringkali dengan komponen aksial yang tinggi. Kadang-kadang harmonik ke-3 (3x RPM) juga muncul.
  • Kerusakan Bearing Awal: Memunculkan puncak yang tajam pada frekuensi karakteristik bearing yang bukan merupakan kelipatan bilangan bulat dari RPM. Amplitudo awalnya mungkin sangat rendah (misalnya, 0.1 m/s²). Puncak ini sering disertai dengan sidebands (puncak samping) yang berjarak 1x RPM di sekitarnya, menunjukkan modulasi oleh putaran poros. Kerusakan pada outer race akan menghasilkan frekuensi tetap, sementara kerusakan inner race akan menghasilkan frekuensi yang bervariasi dengan beban.

Database Frekuensi Karakteristik Bearing untuk Aplikasi Migas

Untuk mendiagnosis, Anda perlu mengetahui frekuensi cacat teoritis dari bearing yang dipantau. Frekuensi ini dihitung berdasarkan geometri bearing: jumlah elemen rolling (bola atau rol), diameter pitch, sudut kontak, dan kecepatan poros. Sebagai referensi praktis, berikut adalah contoh perhitungan untuk dua tipe bearing umum pada pompa sentrifugal (dengan asumsi beban radial murni dan sudut kontak 0°):

Tipe Bearing (SKF) Jumlah Bola (N) Ball Pass Frequency Outer Race (BPFO) Ball Pass Frequency Inner Race (BPFI) Ball Spin Frequency (BSF) Fundamental Train Frequency (FTF)
6312 8 0.4 x RPM 0.6 x RPM 0.38 x RPM 0.38 x RPM
6314 8 0.4 x RPM 0.6 x RPM 0.38 x RPM 0.38 x RPM

Catatan: Rumus di atas disederhanakan. Untuk diagnosis yang akurat, gunakan kalkulator frekuensi bearing atau perangkat lunak analyzer yang memiliki database bearing terintegrasi. Analisis Getaran untuk Deteksi Kerusakan Bearing dan Database Frekuensi Karakteristik memberikan contoh pendekatan analitis yang lebih mendalam. Selalu konfirmasi nomor bearing dan spesifikasi mesin sebelum menarik kesimpulan.

Membangun Program Predictive Maintenance yang Sesuai Regulasi ESDM

Teknik analisis yang baik harus tertanam dalam program yang terstruktur. Peralihan dari reactive (menunggu rusak) atau preventive (mengganti berdasarkan waktu) ke predictive maintenance (berdasarkan kondisi aktual) membutuhkan kerangka kerja yang jelas. Ini selaras sepenuhnya dengan mandat regulasi. Peraturan Menteri ESDM No. 32 Tahun 2021 tentang Inspeksi Teknis dan Pemeriksaan Keselamatan [2] dengan tegas menyatakan bahwa kontraktor atau pemegang izin usaha wajib menjamin keselamatan instalasi dan peralatan, dan kewajiban ini dipenuhi dengan “menerapkan Standar dan kaidah keteknikan yang baik”. Sebuah program predictive maintenance yang terdokumentasi dengan baik, menggunakan standar seperti API 670 [1] sebagai acuan teknis, adalah bukti nyata dari penerapan kaidah keteknikan yang baik tersebut.

Framework Implementasi: Dari Criticality Analysis hingga Integrasi CMMS

Langkah-langkah sistematis berikut dapat menjadi panduan:

  1. Analisis Kritikalitas: Identifikasi semua peralatan berputar dan rangking berdasarkan dampaknya terhadap keselamatan, produksi, dan biaya jika terjadi kegagalan. Fokuskan sumber daya pada aset yang paling kritis.
  2. Seleksi Teknologi dan Penetapan Baseline: Pilih metode monitoring (getaran portabel/online, termografi, analisis oli) untuk setiap aset. Lakukan pengukuran awal dalam kondisi sehat untuk menetapkan baseline.
  3. Penetapan Threshold dan Alarm: Tentukan ambang batas peringatan (alert) dan bahaya (alarm) untuk setiap parameter, merujuk pada standar seperti ISO 10816 [3] dan rekomendasi pabrikan. Threshold untuk bearing harus mempertimbangkan peningkatan amplitudo pada frekuensi karakteristik.
  4. Pengembangan Prosedur Operasi Standar (SOP): Buat prosedur tertulis yang mencakup jadwal pengukuran, metode, personel yang bertanggung jawab, dan alur eskalasi jika alarm terpicu. SOP ini adalah dokumen kunci untuk kepatuhan dan audit.
  5. Pelatihan dan Sertifikasi: Pastikan personel yang melakukan pengukuran dan analisis memiliki kompetensi yang memadai, melalui pelatihan internal atau sertifikasi seperti Category I, II, III dari organisasi seperti Vibration Institute.
  6. Integrasi dengan CMMS: Masukkan data kondisi, rekomendasi perbaikan, dan histori ke dalam Computerized Maintenance Management System (CMMS). Ini memungkinkan penjadwalan kerja yang proaktif, pelacakan mean time between failure (MTBF), dan optimasi inventori suku cadang.

Studi Kasus: Pencegahan Downtime pada Pompa Sentrifugal di Fasilitas Produksi

Bayangkan sebuah pompa sentrifugal penting di fasilitas pengolahan gas. Data baseline getaran menunjukkan amplitudo normal di semua frekuensi. Pada pengukuran bulanan berikutnya, analisis spektrum FFT mengungkapkan peningkatan kecil namun konsisten (dari 0.05 m/s² menjadi 0.15 m/s²) pada frekuensi Ball Pass Frequency Outer Race (BPFO) dari bearing pompa. Tren ini terkonfirmasi selama dua bulan berikutnya, meskipun getaran keseluruhan (velocity) masih dalam zona “Baik” menurut ISO 10816. Berdasarkan data ini, tim maintenance menjadwalkan penggantian bearing pada shutdown terencana yang sudah dijadwalkan 6 minggu lagi. Pada saat shutdown, pemeriksaan fisik membuktikan adanya spalling awal pada outer race. Dengan bertindak berdasarkan data analisis getaran, fasilitas berhasil menghindari downtime tak terduga yang diperkirakan selama 48 jam (termasuk kegagalan sekunder, perbaikan darurat, dan kehilangan produksi), dengan penghematan biaya langsung lebih dari $120,000. Dokumentasi lengkap dari monitoring hingga tindakan korektif ini merupakan contoh konkret “penerapan kaidah keteknikan yang baik” sebagaimana diamanatkan Permen ESDM [2].

Analisis ROI dan Justifikasi Investasi dalam Sistem Monitoring Getaran

Untuk mendapatkan persetujuan manajemen, justifikasi bisnis harus jelas. Investasi dalam analisis getaran harus dilihat sebagai pengurangan risiko dan penghematan biaya, bukan hanya sebagai pengeluaran.

  • Komponen Biaya (Cost):
    • Investasi perangkat keras (analyzer portabel, sensor, sistem online).
    • Biaya perangkat lunak dan lisensi.
    • Pelatihan dan sertifikasi personel.
    • Waktu personel untuk pengukuran dan analisis rutin.
  • Komponen Manfaat/Penghematan (Savings):
    • Pencegahan Downtime: Ini adalah penghematan terbesar. Hitung Biaya Downtime per Jam (termasuk kehilangan margin produksi, biaya buruh darurat, dan penalti kontrak). Mencegah satu kegagalan katastropik saja seringkali sudah menutupi biaya program selama bertahun-tahun.
    • Perbaikan yang Direncanakan vs. Darurat: Perbaikan yang direncanakan lebih murah 3-5 kali lipat dibanding perbaikan darurat, karena menghindari kerusakan sekunder, biaya ekspedisi, dan pembelian suku cadang premium.
    • Peningkatan Umur Aset: Memperbaiki masalah kecil (seperti misalignment) sebelum menyebabkan kerusakan besar dapat memperpanjang umur mesin secara signifikan.
    • Optimasi Inventory: Memungkinkan perencanaan suku cadang yang lebih baik, mengurangi kebutuhan akan inventori besar yang dead stock.
    • Kepatuhan Regulasi dan Penghindaran Denda: Mematuhi Permen ESDM No. 32 Tahun 2021 [2] menghindarkan perusahaan dari risiko denda administratif, penangguhan operasi, atau tuntutan hukum akibat insiden.

Contoh Perhitungan Sederhana ROI:
Jika biaya investasi program (alat+pelatihan) adalah $50,000, dan program tersebut berhasil mencegah satu kali downtime tak terduga selama 24 jam pada sebuah kompresor dengan biaya downtime $10,000/jam, maka penghematan langsung adalah $240,000. ROI untuk insiden tunggal tersebut adalah (($240,000 – $50,000) / $50,000) * 100% = 380%. Ini belum termasuk penghematan dari pencegahan kegagalan lainnya, perbaikan yang lebih murah, dan peningkatan keselamatan.

Kesimpulan

Analisis getaran untuk deteksi dini kerusakan bearing bukan lagi teknologi yang eksklusif; ini adalah praktik penting yang mendukung keandalan operasional, keselamatan kerja, dan kinerja keuangan di industri migas. Dari pemilihan alat yang sesuai standar API, pelaksanaan prosedur pengukuran yang akurat, hingga interpretasi cermat spektrum FFT untuk mengidentifikasi frekuensi cacat bearing, setiap langkah membangun fondasi bagi program predictive maintenance yang tangguh. Lebih dari itu, dengan berpedoman pada regulasi Kementerian ESDM No. 32 Tahun 2021 dan standar internasional, program ini menjadi bukti nyata komitmen perusahaan terhadap kaidah keteknikan yang baik dan operasi yang bertanggung jawab. Dengan menghitung dan mengomunikasikan ROI yang jelas, tim teknik dapat mengubah program maintenance dari pusat biaya menjadi investasi strategis yang melindungi aset, produksi, dan reputasi perusahaan.

Panggilan untuk Bertindak: Lakukan audit cepat terhadap kondisi peralatan berputar kritis di fasilitas Anda minggu ini. Identifikasi satu aset prioritas (misalnya, pompa charge pada kompresor) yang belum memiliki data baseline getaran. Jadwalkan pengukuran pertama, dan analisis spektrumnya. Konsultasikan temuan awal dengan ahli analisis getaran atau gunakan panduan ini untuk mulai mengembangkan prosedur tertulis predictive maintenance Anda sendiri—langkah pertama yang konkret untuk memenuhi prinsip “kaidah keteknikan yang baik” dalam kerangka regulasi nasional.

Rekomendasi Portable Vibration Meter

Portable Vibration Meter

Alat Pengukur Getaran MITECH MV800

Rp18,000,000.00

Portable Vibration Meter

Alat Ukur Getaran MITECH MV 800C

Rp16,615,000.00

Disklaimer: Informasi ini adalah panduan teknis umum dan tidak menggantikan saran profesional atau prosedur spesifik pabrikan. Selalu patuhi regulasi Kementerian ESDM setempat dan konsultasikan dengan ahli yang kompeten untuk aplikasi spesifik.


Tentang Kami

CV. Java Multi Mandiri adalah mitra terpercaya Anda dalam menyediakan solusi pengukuran dan pengujian untuk mendukung keandalan operasional di berbagai sektor industri. Kami menspesialisasikan diri sebagai supplier dan distributor peralatan uji dan ukur berkualitas tinggi, termasuk alat ukur getaran (vibration analyzer) dari merek-merek ternama untuk aplikasi predictive maintenance. Kami memahami tantangan teknis dan regulasi yang dihadapi oleh industri migas, minyak & gas, dan manufaktur di Indonesia. Tim kami siap membantu perusahaan Anda dalam memilih peralatan yang tepat, memberikan dukungan teknis, dan memberikan solusi yang meningkatkan efisiensi pemeliharaan serta memastikan kepatuhan terhadap standar. Untuk konsultasi solusi bisnis dan diskusi lebih lanjut mengenai kebutuhan peralatan monitoring kondisi perusahaan Anda, jangan ragu untuk menghubungi kami.

Referensi

  1. American Petroleum Institute (API). (N.D.). API Standard 670 Machinery Protection Systems (Fifth Edition). API. Retrieved from https://www.api.org/~/media/files/publications/whats%20new/670_e5%20pa.pdf
  2. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia. (2021). Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 32 Tahun 2021 tentang Inspeksi Teknis dan Pemeriksaan Keselamatan Instalasi dan Peralatan pada Kegiatan Usaha Minyak dan Gas Bumi. JDIH ESDM. Retrieved from https://peraturan.bpk.go.id/Details/215446/permen-esdm-no-32-tahun-2021
  3. Texas A&M University Turbomachinery Laboratory. (2018). Large Gearbox Vibration Monitoring Techniques [PDF]. In Tutorial 8. Retrieved from https://turbolab.tamu.edu/wp-content/uploads/2018/08/Tutorial_8.pdf (Membahas evaluasi getaran dan standar ISO 10816).
  4. Mais, J. (SKF USA Inc.). (N.D.). Spectrum Analysis – The key features of analyzing spectra [PDF]. SKF Media Hub. Retrieved from https://cdn.skfmediahub.skf.com/api/public/0901d1968024acef/pdf_preview_medium/0901d1968024acef_pdf_preview_medium.pdf