Jenis Jenis Semen dan Cara Penyimpanannya

Jenis Jenis Semen dan Cara PenyimpanannyaSemen merupakan material bahan baku yang sangat penting dalam segala kegiatan konstruksi. Oleh karena itu, kualitas semen akan mempengaruhi hasil konstruksi yang akan dikerjakan. Semen sendiri mempunyai fungsi sebagai bahan perekat antar agregat dalam cor beton.

Jenis Jenis Semen

Tips Memilih Semen

Ada berbagai macam hal yang perlu diperhatikan dalam membeli semen. Terlebih saat ini banyak sekali jenis, merk dan harga semen yang berbeda-beda. Namun setiap semen memiliki perbedaan baik dari harga maupun kualitasnya. Adapun beberapa tips yang dapat dilakukan sebelum membeli semen untuk konstruksi bangunan atau rumah Anda.

1. Pertimbangkan Biaya

Banyaknya jenis semen yang terdapat di pasaran, makan harganya juga beragam. Oleh karena itu sebelum membelinya perlu Anda perhatikan harga dari semen tersebut. Pastikan juga sebelumnya Anda sudah melakukan perhitungan mengenai jumlah semen yang dibutuhkan dan sesuaikan dengan biaya pembangunan yang akan dilakukan. Ada satu hal lagi yang harus diperhatikan, yaitu biaya pengangkutan barang tersebut.

2. Pilih Merk Semen

Dalam hal ini, merk semen akan menjadi salah satu pengaruh dalam biaya produksi pembangunan yang akan dilakukan. Tidak hanya itu saja, merk semen juga dapat mempengaruhi kualitas yang akan dihasilkan, karena setiap semen memiliki ciri khas dan karakteristik yang berbeda-beda.

3. Pilih Supplier dengan Harga yang Bersaing

Carilah berbagai supplier terbaik yang mampu memberikan nilai jual semen tersebut dengan harga yang bersaing. Lakukan perbandingan harga dan cara pembayaran dari berbagai supplier, kemudian pilihlah yang sesuai dengan kebutuhan dan budget.

4. Perhatikan Kualitas Semen

Untuk mengetahui semen yang berkualitas baik yaitu dapat dilihat dari tekstur semen tersebut, untuk semen yang memiliki kualitas yang baik biasanya memiliki butiran lembut seperti debu. Lalu apabila butiran tersebut di pegang maka butiran tersebut tidak akan menggumpal ataupun kasar. Jika ingin menghasilkan kualitas bangunan yang baik, jangan pilih semen yang yang sudah menjadi kerikil dan butirannya kasar. Karena kondisi semen tersebut sudah tidak memiliki kualitas yang baik dan tidak layak digunakan dalam pembangunan bangunan ataupun rumah.

Mengenal Jenis Jenis Semen

Untuk memilih semen yang baik sebaiknya Anda perlu mengenali apa saja jenisnya agar sesuai dengan kebutuhan. Sebelumnya perhatikan dulu mengenai kebutuhan semen apa yang dibutuhkan untuk bangunan Anda. Berikut ini merupakan beberapa jenis semen yang dapat ditemui di pasaran :

1. Semen Portland

Biasanya kebanyakan orang menyebutnya dengan nama semen abu karena bahan baku yang dipakai untuk membuat semen ini berupa batu gamping. Dalam prosesnya, batuan ini diolah dalam tanur yang memiliki tingkat suhu yang tinggi dan baik digunakan sebagai perekat dalam proyek konstruksi.

2. Semen Putih

Biasanya pengaplikasian semen ini banyak digunakan untuk polesan terakhir dalam pembangunan rumah atau gedung. Semen putih ini terbuat dari bahan baku kalsit limestone murni yang banyak pula dipakai dalam setiap konstruksi.

3. Semen Sumur Minyak

Ini merupakan jenis semen yang digunakan secara khusus dalam pengeboran sumber daya alam, seperti minyak dan gas.

4. Semen Pozzolan

Jenis semen yang satu ini terbuat dari bahan yang mengandung pozzolan yang merupakan hasil proses pembakaran batu bara. Biasanya semen jenis pozzolan banyak dipilih untuk diaplikasikan dalam pembuatan beton yang sifatnya lebih kuat dan keras, para ahli teknik sipil banyak yang memakainya.

Cara Menyimpan Semen yang Benar

Tidak hanya sekedar menentukan jenis, merk,dan harganya yang akan dibeli namun penyimpanan semen yang benar merupakan salah satu hal yang dapat mempengaruhi kualitas semen yang akan diaplikasikan pada konstruksi. Adapun cara penyimpanan semen yang benar adalah sebagai berikut :

  • Simpan semen dalam sebuah wadah yang memiliki kemampuan kedap air
  • Simpanlah semen pada ruangan yang kering
  • Pilih tempat yang sesuai dan hindari penyimpanan pada tempat yang berpotensi terkena air hujan.
  • Sebelum menumpuk semen sebaiknya bagian bawahnya diberi alas terlebih dahulu.
  • Pastikan dulu kualitas semen, cek apakah semen tersebut masih dalam kondisi yang baik seperti tidak menggumpal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *